Perenungan Diri

Baca artikel di web unpad, ada pernyataan rektor yang ingin saya kutip :

“Makna penting setiap memperingati Dies Natalis adalah muhasabah (perenungan diri), tentang siapa kita, apa tugas dan fungsi kita, sejauh mana kinerja kita selama ini, dan mau kemana Unpad kedepannya.” – Prof. Ganjar Kurnia

Kutipan itu bisa saya ubah, menjadi :

“Makna penting setiap memperingati Hari Ulang Tahun adalah muhasabah (perenungan diri), tentang siapa kita, apa tugas dan fungsi kita, sejauh mana kinerja kita selama ini, dan mau kemana kita kedepannya.”

Membaca kutipan di atas, saya jadi berfikir bahwa sebaiknya kita harus sering merenung atas keadaan diri kita. Tapi tidak harus saat ulang tahun saja, bisa kapan pun kok, kapan pun kita mau ;)
Kita harus memikirkan:

  • siapa diri kita,
  • apa tugas dan fungsi kita,
  • sejauh mana usaha dan kinerja kita selama ini,
  • apa saja yang telah kita dapat dari usaha tersebut,
  • harapan dan keinginan-keinginan kita,
  • kekuatan dan kekurangan diri kita,
  • mau kemana/ tujuan hidup kita,
  • dll.

 

Visi, misi, tujuan dan rencana hidup harus matang dipikirkan. Hidup akan lebih terarah dengan goal yang jelas. Namun bukan hanya mengenai dunia, tapi akhirat juga. Justru kita harus ingat, tujuan (visi) diciptakan manusia adalah sebagai khalifah di bumi.

“Mengapa Engkau hendak menjadikan (khalifah) di bumi itu orang yang akan membuat kerusakan padanya dan menumpahkan darah, padahal kami senantiasa bertasbih dengan memuji Engkau dan mensucikan Engkau?” Tuhan berfirman: “Sesungguhnya Aku mengetahui apa yang tidak kamu ketahui.”.” – QS. Al Baqarah: 30

“Dan tidaklah Aku ciptakan jin dan manusia melainkan untuk menyembah kepadaku.” – QS. Adz Zariyat: 56

 

Hal-hal di atas bisa juga kita pakai dalam menjalin hubungan dengan orang lain (keluarga, sahabat, atau seseorang yang spesial) dan hubungan kita ke kehidupan sosial (lingkungan kantor/ pekerjaan, komunitas, tetangga, dll.) Kita harus ingat hablumminallah dan hablumminannas. Seimbangkan hubungan kita dengan Allah SWT dan hubungan kita dengan makhluk-Nya.

“dan carilah pada apa yang telah dianugerahkan Allah kepadamu (kebahagiaan) negeri akhirat, dan janganlah kamu melupakan bahagianmu dari (kenikmatan) duniawi dan berbuat baiklah (kepada orang lain) sebagaimana Allah telah berbuat baik, kepadamu, dan janganlah kamu berbuat kerusakan di (muka) bumi. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berbuat kerusakan.” – QS. Al Qashash: 7

 

Semua renungan itu bertujuan untuk menjadikan kita seorang pribadi yang lebih baik, rendah hati dan mawas diri. Aamiin…

@cicifera

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s