Zakat Profesi

Ramadhan tahun ini, Alhamdulillah saya sudah punya penghasilan tetap :) walau cuma pegawai kontrak dan gaji pas-pasan, harus tetap berzakat ;) *kan kalo pajak, udah dipotong dari kantor*

saya cari tau info mengenai zakat profesi dan maal, dapet info bagus di sini :

  1. rumah zakat
  2. pkpu
  3. dompet dhuafa
  4. wiki zakat
  5. wiki zakat profesi
  6. media islam
  7. muslim.or.id

kesimpulan yang saya ambil seperti ini..

Nisab zakat profesi mengambil rujukan kepada nisab zakat tanaman dan buah-buahan sebesar 5 wasaq atau 652,8 kg gabah setara dengan 520 kg beras.

Anggap saja harga beras saat ini (5 September 2011) adalah Rp 6.000/kg, maka nisab zakat profesi sebesar:
520 x Rp 7.000/kg = Rp 3.640.000 /bulan

Jika penghasilan kita sudah mencapai nilai nisab, maka besar zakat profesi yang dibayarkan sebesar 2,5% dari penghasilan (yang sudah dikurangi dengan kebutuhan pokok dan hutang). Kebutuhan lho ya, bukan keinginan ;)

Kebutuhan pokok itu apa? Kalo diartikan menurut wiki seperti ini. Kalau saya mengartikan kebutuhan pokok ini adalah elemen dasar/ hal minimal yang harus dipenuhi dan jika tidak dipenuhi akan mengganggu keberlangsungan hidup, misalnya: Nasi/ makanan, kalo perut lapar bisa jadi lemas atau tidak konsentrasi untuk bekerja dan beribadah kan :D

Berikut perhitungan zakat profesi dan contohnya:

Setelah dipotong dengan kebutuhan pokok, zakat dihitung 2,5% dari gaji setelah dipotong dengan kebutuhan pokok.
Contoh:
Seseorang dengan penghasilan Rp 4.000.000 dengan pengeluaran untuk kebutuhan pokok Rp 1.000.000 tiap bulannya, wajib membayar zakat sebesar:
2,5% X (3.800.000-1.000.000)=Rp 70.000 /bulan atau Rp 840.000 /tahun.

Disunahkan membaca doa membayar zakat profesi dan menerima zakat seperti di sini :)

Orang-orang yang berhak menerima zakat diantaranya: Fakir, Miskin, Amil, Mu’allaf, Hamba sahaya, Gharimin, Fisabilillah, dan Ibnus Sabil.

Menurut saya, lebih baik membayar zakat kepada orang-orang tersebut yang berada di sekitar kita dahulu, bisa langsung atau melalui amil zakat yang ada di lingkungan tempat tinggal kita. Kalau tidak ada, baru membayar zakat melalui donasi ke lembaga-lembaga penyalur zakat.

Wallahu A’lam Bishawab

إِنَّمَا الصَّدَقَاتُ لِلْفُقَرَاءِ وَالْمَسَاكِينِ وَالْعَامِلِينَ عَلَيْهَا وَالْمُؤَلَّفَةِ قُلُوبُهُمْ وَفِي الرِّقَابِ وَالْغَارِمِينَ وَفِي سَبِيلِ اللَّهِ وَابْنِ السَّبِيلِ ۖ فَرِيضَةً مِنَ اللَّهِ ۗ وَاللَّهُ عَلِيمٌ حَكِيمٌ

“Sesungguhnya zakat-zakat itu, hanyalah untuk orang-orang fakir, orang-orang miskin, pengurus-pengurus zakat, para mu´allaf yang dibujuk hatinya, untuk (memerdekakan) budak, orang-orang yang berhutang, untuk jalan Allah dan untuk mereka yuang sedang dalam perjalanan, sebagai suatu ketetapan yang diwajibkan Allah, dan Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana.”
— QS At-Taubah ayat 60.

خُذْ مِنْ أَمْوَالِهِمْ صَدَقَةً تُطَهِّرُهُمْ وَتُزَكِّيهِمْ بِهَا وَصَلِّ عَلَيْهِمْ ۖ إِنَّ صَلَاتَكَ سَكَنٌ لَهُمْ ۗ وَاللَّهُ سَمِيعٌ عَلِيمٌ

“Ambillah zakat dari sebagian harta mereka, dengan zakat itu kamu membersihkan dan mensucikan mereka dan mendoalah untuk mereka. Sesungguhnya doa kamu itu (menjadi) ketenteraman jiwa bagi mereka. Dan Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.”
— QS At-Taubah ayat 103.

Semoga kita selalu mendapat harta yang halal dan berkah, serta tidak lupa berzakat untuk mensucikannya o:) Aamiin..

@cicifera

Advertisements

6 thoughts on “Zakat Profesi

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s