Kompromi, Terima Yang Tidak Ideal

KOMPROMI

Dalam hidup ini, kita ga mgkn bisa dapetin smua yg kita mau.
Seringkali kita harus mengalah untuk menyelamatkan sesuatu yg lebih penting.
Iya kita harus mau kompromi.
Harus mau berdamai.
Harus mau belajar memberi udzur.
Orang yg keras tidak mau belajar dan keukeuh dengan semua keinginannya justru dia kelak akan kalah.
Orang yg selalu menganggap dirinya benar entah saat dia benar atau selalu membela diri jika salah dgn penuh defensif justru dia kelak akan kalah.

Pemaaf, pengalah, pemberi uzur, seolah tampak bodoh di awal.
Tapi dia justru pemenangnya.
Kompromi dengan diri sendiri perlu.
Supaya bisa realistis.
Supaya tau diri.
Jangan anggap diri siapapun selain seorang hamba Allah.

Nilai diri sendiri.
Layakkah sombong?
Banyak2 kompromi.
Idealnya ingin A.
Ukur diri.
Lihat kekurangan diri.
Terimalah keadaan yg tidak seideal A.

Baca situasi dgn hati.
Jangan dengan hawa nafsu.
Renungkan baik2 kenapa saya mengalami ini itu.
Berdamailah dgn diri sendiri tapi tetap kerjakanlah kebaikan demi kebaikan yg diridhoi Allah.

Orang yg bisa diajak kompromi itu banyak teman dari aneka kalangan.
Disayang keluarga, kerabat, juga lingkungannya.
Luwes. Mempermudah urusan orang lain. Biarlah saya yg mengalah.

Sementara orang yg selalu memaksakan kehendak, merasa besar dgn egonya, di depannya org mgkn berpura2 menghormati, tapi orang2 cukup tau untuk tidak berlama2 punya urusan dgn org2 macam itu.
Kadang hanya egonya besar pdh tidak ada yg bisa dibanggakan.

Boleh kompromi dalam hal apa?
Selain dalam hal kemaksiatan pd Allah.
Tidak ada mengalah untuk membiarkan orang lain dalam kesesatan kecuali hanya bagian dari strategi.

Mengalah krn perdebatan, karena diri yg dihina, dizhalimi, dimanfaatkan org, dianggap buruk, BIARLAH.

Belajar memaafkan.

Tapi jika Allah dan RasulNya yg dihina, tidak ada kompromi lagi.
Membenci perbuatannya hanyalah selemah2 iman.
Kompromilah dgn segala keadaan dlm hidup ini.
Supaya hati tenang.

Memaafkan orang lain.
Belajar mengalah.

Membeli benda yg tidak seideal yg diinginkan.
Melihat keadaan anak tidak sesuai yg ditargetkan.
Menyadari kurangnya bersyukur.
Memberi uzur atas org2 atau keadaan yg berlawanan dgn keinginan.
Jangan terlalu dipenuhi target2 ideal sementara standar diri tidak juga dijadikan ideal.

Mgkn selama ini apa yg diidam2kan belum terwujud krn kita enggan mengalah dan melunakkan ego kita.
Musyawarah.
Apa yg diperjuangkan demi kebaikan semua org lebih berharga dibanding bertahan dgn hal2 demi pemuasan ego diri sendiri.

Barakallaahu fiikum πŸ’ž

— tulisan status bunda kaska di facebook 27 Nov 2015

Advertisements

One thought on “Kompromi, Terima Yang Tidak Ideal

  1. Pingback: Memilih dan belajar menjadi ibu rumah tangga - @cicifera

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s