Sabar mengasuh anak itu…..

Perjalanan kesabaran itu panjang.. panjaaaang sekali, tanpa batas :)
Kalo kemarin-kemarin bisa bilang “Sabar saya ini ada batasnya”, berarti belum cukup sabar :D Dan ternyata, menahan marah saat melihat perilaku anak yang tidak diharapkan adalah bentuk kecil kesabaran ;)

Sabar mengasuh anak itu………….

  1. Bersedia istiqomah mengajarkan kebaikan dan ketakwaan
  2. Bersedia menjaga anak dari hal-hal yang melanggar syariat
  3. Bersedia menjaga anak dari berbagai godaan setan
  4. Bersedia menunggu waktu kapan Allah memberikan waktu yang tepat dalam menurunkan hidayah bagi anak kita
  5. Bersedia menerima bahwa Allah Sang Penggenggam hati anak-anak kita, sementara ikhtiar kita tak berarti menentukan hasilnya
  6. Bersedia melapangkan hati untuk menerima hasil yang telah ditanam di masa lalu akibat perbuatan kita
  7. Bersedia menanti perubahan-perubahan anak dalam kebaikan yang terkadang tak secara instan dapat kita terima
  8. Bersedia menciptakan lingkungan yang baik bagi pertumbuhan dan perkembangan anak
     @farwazismail membaca buku 
  9. Bersedia menerima secara utuh kelebihan dan kekurangan anak
  10. Bersedia menjaga anak dari hal-hal yang merusak dirinya
  11. Bersedia menjaga anak dari hal-hal yang merusak kesucian jiwanya
  12. Menahan emosi saat melihat perilaku yang tidak diharapkan
  13. Bersedia menempatkan harapan yang tepat sesuai dengan perkembangan dan kemampuan anak (bukan memaksakan harapan orang tua yang tidak tercapai)
  14. Bersedia mengoptimalisasikan kelebihan dan kekurangan anak untuk mendekatkan anak kepada surga
  15. Bersedia mengelola kelebihan dan kekurangan anak agar tidak menjadi penyebab masuk ke dalam neraka
  16. Bersedia menambal kekurangan-kekurangan anak yang muncul akibat kesalahan-kesalahan kita dalam mengasuh di masa lalu
  17. Bersedia meluangkan waktu untuk menuntut ilmu yang bermanfaat bagi kebaikan dan perbaikan anak
  18. Bersedia melapangkan hati bahwa kesempatan hidayah terbuka sampai menjelang kematiannya sehingga hati ini tidak berputus asa
  19. Bersedia memperbaiki diri untuk menjadi teladan yang baik bagi anak
  20. Bersedia mengiringi kesalahan masa lalu kita pada anak dengan berbagai perbaikan dan kebaikan
  21. Bersedia mengejar ketinggalan atas sesuatu yang tidak kita berikan di masa lalu pada anak
  22. Bersedia meluangkan waktu lebih banyak untuk kepentingan mereka
  23. Bersedia hidup tanpa egois/ mementingkan kepentingan kita
  24. Bersedia menginvestasikan sebagian harta kita untuk kepentingan mereka
  25. Bersedia memberikan waktu untuk bercengkrama dan bermain dengan anak

 

A post shared by Fera Marentika (@cicifera) on


 

“Jika seseorang meninggal dunia, maka terputuslah amalannya kecuali tiga perkara (yaitu): sedekah jariyah, ilmu yang dimanfaatkan, atau do’a anak yang sholeh.” (HR. Muslim No. 1631)

“Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu; penjaganya malaikat-malaikat yang kasar, keras, dan tidak mendurhakai Allah terhadap apa yang diperintahkan-Nya kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan.” (QS. At-Tahrim : 6)

 

** Terimakasih buat mbak Woro Dina Nugraha yang sudah share hasil seminar “Bersabar Membangun Keluarga Surgawi”-nya di Facebook, saya jadi kecipratan ilmunya ^^ Alhamdulillah..

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s