Hello! @cicifera pindah rumah \^^/

Hello! @cicifera pindah rumah \^^/ Yeay!

Akhirnya memutuskan untuk beli domain dan sewa hosting juga :))

Silakan berkunjung ke cicifera.com ya.. Rencananya akan diisi tentang motherhood story dan beberapa notes dari saya mengenai tips parenting untuk batita ;)

Blog ini InsyaAllah juga akan tetap saya isi, tapi hanya seputar pembelajaran saya tentang Islam, Arabic dan Digital Marketing (khususnya Social Media) :D

@cicifera

 

 

img_5025

Belajar Bahasa Arab Online

Ketertarikan saya belajar bahasa Arab berawal dari facebook post Ayu yang berisi info akan dibukanya kelas belajar bahasa asing (Jerman, Arab, dll.) melalui whatsapp. Lalu berfikir, “Emang bisa ya belajar bahasa asing pake whatsapp?” :D Ga kepikiran belajar bahasa melalui aplikasi chat. Saya coba cari tau ke website BISA dan ternyata sedang dibuka pendaftaran untuk belajar bahasa Arab GRATIS. Rezeki~ Saya merasa seperti sedang diarahkan ke sini. MasyaAllah..

Kenapa bahasa Arab?

Saya dulu sempat tertarik mempelajari bahasa Mandarin karena orang Cina banyak banget bok! *eh :p Tapi saya sekarang tertarik dengan bahasa Arab karena saya ingin mengerti Al-Quran lebih dalam dan ingin berkomunikasi dengan orang-orang Arab dengan lancar. Saya ingat ketika saya umrah, saya ikut pengajian disana dan saya ga ngerti sama sekali karena kendala bahasa. Saya juga pernah disapa, “Do you speak Arabic?”, senang sekali seandainya waktu itu saya sudah bisa bahasa Arab. Oiya, bahasa Arab ini bisa jadi modal juga, siapa tau suatu saat nanti suami mencoba peruntungan ke maskapai-maskapai di Arab sana, hoho, Aamiin..

Mendaftar dan mulai belajar

Kelas dibentuk dan mulai belajar tanggal 20 November 2016, hari ini ;) Hari pertama belajar isinya perkenalan, share materi audio, tanya jawab dan langsung diberi soal/ PR oleh pembimbing. Shock! Hahahaha.. Ga terbiasa belajar otodidak *beda sama suami Continue reading

img_4597

Liburan ceria melihat jerapah bersama Tempra Syrup

Sudah lama Papa punya rencana untuk mengajak Fais liburan melihat jerapah karena Fais suka sekali main dengan mainan hewannya, terutama jerapah. Alhamdulillah Lebaran Idul Adha kemarin, Papa Fais bisa ambil cuti dan kita bisa liburan ke Taman Safari Indonesia.

Rencana sudah disusun matang, kita berlibur 2 hari 1 malam, Kamis-Jumat (sengaja menghindari weekend). Hari pertama langsung ke Puncak, makan di Cimory lalu ke Taman Safari dan menginap di Puncak. Hari kedua, papa Jumatan di Puncak, lalu kita turun ke arah Bogor, wisata belanja dan beli oleh-oleh dulu sebelum pulang.

Tapi setelah lebaran, Fais demam! dan ga mau makan :(

Argh, H-2 ini… Khawatir batal jalan-jalan kalau masih sakit begini. Ya namanya juga sakit, ga bisa diprediksi, mungkin Fais tertular Mama yang memang lagi masuk angin?

H-2 Liburan, Fais Demam

H-2 Liburan, Fais Demam

Continue reading

10 Hal yang bisa kamu lakukan saat bosan menunggu antrian di Natasha Skin Care

10 Hal Yang Bisa Kamu Lakukan Saat Bosan Menunggu Antrian di Natasha Skin Care

10 Hal yang bisa kamu lakukan saat bosan menunggu antrian di Natasha Skin Care TangCity Mall:

  1. Bermain social media/ chat/ game.

    Ini sudah standar, hampir semua orang di ruangan ini pegang handphone.

  2. Membaca katalog/ majalah atau buku favorite.

    Ada beberapa katalog Natasha yang disediakan di atas meja ruang tunggu, bisa dilihat-lihat.

  3. Ngobrol dengan teman/ pacar.

    Bisa ajak teman untuk treatment bareng, jadi bisa ngobrol selagi menunggu. Tapi kalo ajak pacar menunggu? :D

  4. Mendengarkan musik.

    Kalo kamu tipe orang yang suka denger musik dan mood booster kamu adalah musik, handsfree jangan sampe ketinggalan. Di sini ada musik sih, tapi volume nya kecil, kalah sama suara gerak-gerik orang *lebay*

  5. Makan-minum cemilan.

    Bisa ke JCo dulu, ke Breadtalk, ke Roppan, dll. buat beli roti atau minuman buat nemenin kamu nunggu.

  6. Nanya nomor antrian atau marah-marah dengan petugas registrasi.

  7. Ke toilet.

    Toiletnya bareng toilet mall, jadi mesti keluar dulu, lumayan untuk buang-buang waktu *eh*

  8. Merperhatikan style orang lain.

    Daripada bengong, bisa aja liat-liat style orang lain. Perhatiin style nya, makeup nya, dll. Kalo bagus ya contoh, kalo ga bagus ga usah nyinyir xD Komentar dalam hati aja :p

  9. Selfie dan edit foto.

    Stuck mau ngapain lagi? Ya udah selfie :)) Lalu edit, publish deh xD

  10. Nulis blog :D.

    Ini mah saya x)) Jadi deh 1 tulisan gara-gara nunggu antrian ;)

 

Tips Menunggu Konsultasi di Natasha Skin Clinic Center: Continue reading

Jadi, untuk apa upacara bendera?

Jadi, untuk apa upacara bendera?

Jadi, untuk apa upacara bendera? :)

*setelah lama tidak mengikuti upacara bendera, baru terasa manfaatnya x))*

Dulu, upacara bendera hanya sekedar rutinitas yang tidak begitu saya pikirkan untuk apa, tapi setelah dipikirkan sekarang, bermanfaat juga ya..  xD

Ga banyak yang bisa saya ceritakan tentang upacara bendera. Yang masih teringat oleh saya, saya selalu nyaris terlambat! Selalu buru-buru, mepet! :)) Padahal hampir setiap hari Senin, saya jadi petugas upacara :D *jangan dicontoh ya xD Tapi sejauh yang saya ingat, saya ga pernah bolos upacara, kecuali sakit.

Saat SD, biasanya saya berada dalam barisan petugas Paduan Suara, pernah menjadi petugas Dirigen Lagu Indonesia Raya dan pernah juga menjadi Petugas Pembaca UUD 1945.

Saat SMP pun begitu, biasanya saya berada di barisan petugas Paduan Suara atau menjadi petugas Pengibar Bendera (selain ikut ekskul Pramuka, saya juga ikut Paskibra). Pernah suatu waktu saat saya sedang tidak menjadi petugas upacara, saya berdiri di baris kedua dalam barisan kelas yang berada berhadapan dengan tiang bendera. Ketua kelas saya (Sugeng) sedang bertugas menjadi pengibar bendera. Tak disangka, saat Sugeng melebarkan bendera, ia merintih “aduh”. Seketika air mata Sari (teman sekelas saya yang saat itu berdiri di sebelah saya) menetes. Tangan kanan Sugeng yang sudah ia angkat ke atas, ia turunkan kembali dengan tetap menjaga bendera agar tidak menyentuh tanah. Sugeng masih merintih, tangannya keram. Hening, semua peserta fokus pada Sugeng. Pelan-pelan Sugeng mencoba mengangkat tangannya, ia coba sampai akhirnya ia bisa mengatasi rasa sakitnya dan melanjutkan upacara. Fyuh~ Iba melihatnya.

Saat SMA, biasanya saya berada di barisan belakang, menjadi petugas PMR yang berjaga-jaga takut ada yang pingsan (di SMK saya ikut ekskul PMR/ Palang Merah Remaja). Saya kurang suka berjaga di UKS, biasanya penuh dengan siswa/i sakit atau pingsan. Saya lebih memilih bertugas di belakang barisan, membopong siswi yang kelelahan ke UKS atau membantu menaikkan siswi ke atas tandu. Yang mengangkat tandu ke UKS tetap anggota PMR laki-laki :D

Saat Kuliah dan Bekerja, saya tidak pernah mengikuti upacara bendera xD Setelah menikah dan mempunyai anak pun, saya belum bernah lagi ikut upacara bendera. Kebayang kan kapan terakhir saya ikut upacara bendera?? :))

Sekarang, upacara bendera menjadi kenangan manis buat saya, saya bersyukur saya sering menjadi petugas upacara. Upacara bendera adalah salah satu sarana melatih atau mengasah diri, melatih disiplin, melatih berpakaian rapi, melatih keberanian untuk tampil di depan banyak orang, melatih tanggungjawab, mengasah jiwa kepemimpinan dan rasa nasionalisme.

Oiya, mengenai rasa nasionalisme, saya sudah memberikan video lagu-lagu nasional kepada anak saya yang masih berusia kurang dari 2 tahun. Lagu yang sudah saya berikan adalah lagu “Indonesia Raya”, “Hari Merdeka”, “Garuda Pancasila”, “Halo-halo Bandung”. Ternyata anak saya suka! ;)

 

 

Ayo inget-inget lagi, ada cerita apa waktu kamu ikut upacara bendera?

Semoga upacara bendera juga banyak manfaatnya untuk kamu yaa… ;)

 

#1minggu1cerita

#1minggu1cerita mendukung kamu untuk tetap berbagi cerita setiap minggunya ;) yuk gabung! bit.ly/why1minggu1cerita

Ayo ambil langkah pertama! Hijrah

Ambil Langkah Pertama! Hijrah

Ambil Langkah Pertama!

Moving on, for a change, for the better ^_^ Let’s Hijrah..

Untuk melakukan perubahan atau keluar dari zona nyaman, mengambil langkah pertama akan terasa sulit sekali. Tapi biasanya, kalau sudah berani mengambil satu keputusan, adaaa aja kesempatan terbuka, seperti diberi jalan gitu… Memang butuh trigger/ paksaan untuk mengalahkan alasan-alasan yang memberatkan kita untuk melangkah, bisa trigger dari luar, bisa juga dari dalam diri kita sendiri.

Saya mau share sedikit tentang langkah pertama saya berjilbab (pengertian hijrah secara maknawi).

Dari tahun ke-2 kuliah, perasaan ingin berjilbab itu muncul. Dulu di kosan saya, mayoritas penghuninya memakai jilbab, termasuk ibu kost. Saya pernah meminjam dan mencoba jilbab teman saya lalu ber-selfie-ria karena senangnya ^^ Tapi kemudian saya mengurungkan niat saya karena banyak alasan. Gerah lah, ribet pilih-pilih baju, takut karir saya terganggu (saya kuliah sambil kerja), khawatir jilbab menjadi buruk citranya karena perilaku saya, ga bebas ini itu, dll.

Walau mengurungkan niat memakai jilbab, saya tetap follow akun-akun islami di social media dan sering sekali menemukan status/ tweet tentang menutup aurat di timeline saya. Waktu ke toko buku pun yang terlihat adalah buku-buku tentang berjilbab. Padahal dulu saya tidak begitu tertarik ke kolom buku Islam :D

Sampai akhirnya saya menemukan komunitas @mudamuliaID dan training #mudamulia. Mengikuti training pengembangan diri ini ternyata adalah langkah pertama saya untuk hijrah. Waktu masuk ruangan training, saya merasa canggung. Mayoritas peserta wanita sudah memakai jilbab dan saya belum xD Akk, salah kostum! Selesai training, makin kuat perasaan saya ingin berjilbab. Tapi teteeep, belum juga berjilbab.

Beberapa bulan setelah itu, Continue reading